» Rilis Inflasi Maret 2014

Rabu, 02 April 2014
Perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Sampit Pada bulan Maret 2014 secara umum menunjukkan adanya penurunan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS di Kota Sampit terjadi deflasi sebesar 0,30 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,76 pada bulan Februari 2014 menjadi 110,43 pada bulan Maret 2014. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari - Maret 2014) sebesar 1,64 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2014 terhadap Maret 2013) sebesar 5,15 persen.

Deflasi di Sampit bulan Maret 2014 terjadi karena adanya penurunaan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks harga pada dua kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,42 persen dan kelompok transpor,komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,45 persen.. Sedangkan lima kelompok lainnya mengalami kenaikan indeks harga yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,13 persen; kelompok sandang sebesar 0,31 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,34 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,42 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,46 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Sampit selama bulan Maret 2014 antara lain: daging ayam ras, telur ayam ras, mobil, jeruk, tongkol/ambu-ambu, selar/tude, bawang merah dan tomat sayur. Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi antara lain: cabai rawit, kacang panjang, rokok kretek filter, nila, angkutan udara, udang basah, nangka muda dan lais.

Di seluruh Indonesia ada 82 kota yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK) yaitu seluruh ibukota provinsi ditambah dengan beberapa ibukota kabupaten/kota. Pada bulan Maret 2014 tercatat 45 kota mengalami inflasi dan 37 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke sebesar 1,15 persen dan terendah di Kota Kediri dan Makasar sebesar 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 2,43 persen dan terendah di Kota Sorong sebesar 0,02 persen. Secara nasional terjadi inflasi sebesar 0,08 persen dengan tingkat inflasi tahun kalender (Januari - Maret) 2014 sebesar 1,41 persen dan tingkat inflasi year on year (Maret 2014 terhadap Maret 2013) adalah sebesar 7,32 persen.

Dilihat dari 9 kota IHK di Kalimantan yang menghitung inflasi pada Bulan Maret 2014 ini, inflasi tertinggi terjadi di Kota Tarakan dengan inflasi sebesar 0,99 persen dan terendah di Kota Pontianak yaitu sebesar -0,78 persen. Secara berurutan inflasi terjadi di Kota Tarakan 0,99 persen; Samarinda 0,17 persen; Palangka Raya 0,12 persen; Balikpapan -0,1 persen; Tanjung -0,21 persen; Sampit -0,3 persen; Singkawang -0,34 persen; Banjarmasin -0,36 persen dan Kota Pontianak -0,78 persen.

•     Rilis Inflasi Februari 2014
•     Rilis Inflasi Januari 2014
•     Rilis Inflasi Desember 2013
•     Rilis Inflasi November 2013
•     Rilis Oktober 2013