» Rilis Inflasi September 2014

Rabu, 01 Oktober 2014

Perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Sampit pada bulan September 2014 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS di Kota Sampit terjadi inflasi sebesar 0,37 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 112,53 pada bulan Agustus 2014 menjadi 112,95 pada bulan September 2014. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-September 2014) sebesar 3,96 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2014 terhadap September 2013) sebesar 4,43 persen.

Inflasi di Sampit bulan September terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks harga pada enam kelompok pengeluaran, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 1,27 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 1,19 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,19 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,55 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,48 persen; dan kelompok sandang sebesar 0,19 persen. Sedangkan satu kelompok lainnya mengalami penurunan indeks harga yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,4 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Sampit selama bulan September 2014 antara lain: bahan bakar rumah tangga, mobil, rokok kretek filter, nanas, udang basah, ketimun, angkutan udara, dan daging ayam ras. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain: bawang merah, cabai rawit, tongkol/ambu-ambu, baung, jeruk, nila, telepon seluler, dan kacang panjang.

Di seluruh Indonesia ada 82 kota yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK), yaitu seluruh ibukota provinsi ditambah dengan beberapa ibukota kabupaten/kota. Dari 82 Kota IHK tersebut tercatat 64 kota mengalami inflasi dan 18 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,29 persen dan terendah di Kota Gorontalo sebesar 0,03 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 0,89 persen dan terendah di Kota Kudus dan Kota Manado sebesar 0,03 persen. Secara nasional terjadi inflasi sebesar 0,27 persen dengan tingkat inflasi tahun kalender (Januari-September 2014) sebesar 3,71 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2014 terhadap September 2013) sebesar 4,53 persen.

Dilihat dari 9 kota IHK di Kalimantan yang menghitung inflasi pada bulan September 2014 ini, inflasi tertinggi terjadi di Kota Tarakan dengan inflasi sebesar 0,71 persen dan terendah di Kota Samarinda yaitu sebesar 0,04 persen. Secara berurutan inflasi terjadi di Kota Tarakan 0,71 persen; Singkawang 0,62 persen; Palangkaraya 0,51 persen; Balikpapan 0,51 persen; Tanjung 0,42 persen; Sampit 0,37 persen; Banjarmasin 0,18 persen; Pontianak 0,13 persen; dan Kota Samarinda 0,04 persen.

•     HARI STATISTIK NASIONAL
•     Rilis Inflasi Agustus 2014
•     Rilis Inflasi Juli 2014
•     Rilis Inflasi Juni 2014
•     Rilis Inflasi Mei 2014